Close Klik 2x

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

Contoh Surat Perjanjian Jual beli Tanah adalah contoh surat perjanjian yang akan admin bagikan untuk anda kali ini. Namun sebelum itu, sebelumnya admin sudah memposting contoh surat panggilan orang tua, jika dibutuhkan silahkan menuju ke postingan tersebut. Namun jika yang anda cari adalah referensi cara membuat surat perjanjian jual beli tanah. Maka tetaplah di halaman ini dan simak sampai selesai.

Gambar untuk Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

Pada saat anda memutuskan untuk membeli sebidang tanah, tentunya anda terlebih dahulu akan mengadakan sebuah perjanjian jual beli tanah tersebut secara tersurat. Tujuan dari adanya surat perjanjian jual beli tersebut adalah untuk antisipasi ketika nantinya ada perselisihan atau konflik dibelakang atas hak milik tanah yang dibeli tersebut.

Sebelum Anda memutuskan untuk membuat surat perjanjian jual beli tanah tersebut, sebaiknya anda lebih dulu mengetahui syarat-syarat yang mesti dipersiapkan. Diantara syarat-syarat tersebut yang paling utama ialah adanya penjual dan pembeli, nama & alamat kedua pihak harus jelas, adanya pasal-pasal/butir-butir dalam perjanjian tersebut, dan terakhir pihak penjual maupun pembeli harus sama-sama menandatangi surat perjanjian jual beli diatas materai Rp. 6000.

Nah bagi anda yang membutuhkan referensi untuk membuat surat perjanjian jual beli tanah tersebut. Berikut ini sudah admin siapkan beberapa contoh surat perjanjian jual beli tanah yang mudah-mudahan dapat berguna untuk anda.

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah Beserta Pasal-Pasalnya

SURAT PERJANJIAN JUAL BELI TANAH

Yang bertanda tangan dibawah ini, saya :

Nama                : Abdul Halim
Umur                 : 45 Tahun
Pekerjaan         : Wiraswasta
Alamat saat ini : Jln. Anggrek No. 22 Kota Banda Aceh

Untuk selanjutnya disebut pihak ke I (penjual).

Nama                : Syarifuddin
Umur                 : 35 Tahun
Pekerjaan         : PNS
Alamat saat ini : Jln. Daud Beureueh No . 77  Kota Banda Aceh

Untuk selanjutnya disebut pihak ke II (pembeli)

Pada tanggal 15 Mei 2017 pihak I telah menjual, lepas/mutlak sebidang tanah darat seluas 324 M2, berikut sebuah bangunan yang terletak diatas tanah tersebut kepada pihak ke II dengan harga tunai Rp. 380.000.000,- (tiga ratus delapan puluh juta rupiah). Pembayaran dilakukan dihadapan saksi-saksi dengan tunai.

Batas-batas tanah tersebut adalah sebagai berikut :

Sebelah barat    : Berbatasan dengan tanah Aminullah
Sebelah timur    : Berbatasan dengan tanah Azhari
Sebelah utara    : Berbatasan dengan Ladang
Sebelah selatan : Berbatasan dengan tanah Ismaili

Bangunan terdiri dari :

Ukuran panjang dan lebar : 570 M2
Atap      : Genteng
Dinding : Tembok
Lantai   : Keramik marmer

Maka, sejak tanggal 15 Mei 2017 Tanah bangunan tersebut di atas telah menjadi hak milik pihak ke II. Pada waktu pelaksanaan perjanjian jual beli tanah tersebut, baik pihak ke I (penjual) maupun pihak ke II (pembeli) juga saksi-saksi semuanya menyatakan satu sama lain dalam keadaan sehat, baik jasmani maupun rohani, dan segala sesuatu dengan itikad baik.

Pasal 1

1. Perjanjian jual beli ini akan berlaku 4 (hari) hari setelah ditandatanganinya perjanjian ini dan akan berakhir setelah rumah berpindah status kepemilikannya kepada pembeli yang baru.
2. Segala kondisi yang ada pada rumah saat ini akan menjadi tanggung jawab dari Pihak Kedua (Pembeli). Dan Pihak Kedua (Pembeli) berhak untuk melakukan renovasi terhadap rumah tersebut.

Pasal 2

1. Bangunan rumah dan tanah  seluas 324 m2 (dua ratus lima puluh meter persegi) tersebut dijual seharga Rp 380.000.000,- (tiga ratus delapan puluh juta rupiah).
2. Pihak Kedua (Pembeli) membayar dengan uang muka sebesar Rp 250.000.000,- (dua ratus lima puluh juta rupiah) pada Pihak Pertama (Penjual) secara tunai pada saat ditandatanganinya perjanjian ini.
3. Kekurangannya senilai Rp. 130.000.000,- (seratus tiga puluh juta rupiah) akan dibayar oleh Pihak Kedua (Pembeli) dengan cara mengangsur selama 12 (dua belah) kali selama 12 (dua belas) bulan. Dan tiap bulan Pihak Kedua (Pembeli) wajib membayar angsuran senilai Rp. 10.833.000,- (sepuluh juta delapan ratus tiga puluh tiga juta rupiah) pada Pihak Pertama (Penjual).
4. Dan pembayaran dianggap lunas bila pembayaran sudah mencapai nilai jual yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

Pasal 3

1. Segala ketentuan yang belum diatur dalam perjanjian ini akan diatur selanjutnya dalam addendum yang merupakan bagian tak terpisahkan dari perjanjian ini dan akan diputuskan secara bersama
2. Apabila suatu saat nanti terjadi sengketa terhadap isi dan pelaksanaan atas perjanjian ini, maka kedua belah pihak akan menyelesaikannya secara musyawarah
3. Dan jika penyelesaian secara musyawarah tidak berhasil, maka kedua belah pihak sepakat untuk memilih menyerahkan pada pihak yang berwajib.

Demikian, setelah keterangan isi jual beli ini dimengerti oleh pihak ke I dan pihak ke II, juga saksi-saksi, maka ditanda tanganilah sebagai permulaan saat pemindahan hak milik pihak ke I kepada pihak ke II.

Banda Aceh, 15 Mei 2017

Tanda tangan masing-masing

Pihak Ke I (Penjual)                                                  Pihak Ke II (Pembeli



     Abdul Halim                                                               Syarifuddin


Saksi-saksi:

Saksi Ke I                            Saksi Ke II                          Saksi Ke III    


Aminullah                               Azhari                                   Ismaili

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah Sederhana

SURAT PERJANJIAN

Yang bertanda tangan dibawah ini, saya :

Nama                : Ali Sadikin
Umur                 : 56 Tahun
Pekerjaan         : Wiraswasta
Alamat saat ini : Jln. Angsa No. 45 Banda Aceh

Untuk selanjutnya disebut pihak ke I (penjual).

Nama                : Muzammil
Umur                 : 45 Tahun
Pekerjaan         : Wiraswasta
Alamat saat ini : Jln. Dipeunogoro No . 22  Banda Aceh

Untuk selanjutnya disebut pihak ke II (pembeli)

Pada tanggal 13 Mei 2017 pihak ke I. Telah menjual sebidang tanah darat seluas 320 M2, berikut sebuah bangunan yang terletak diatas tanah tersebut kepada pihak ke II dengan harga tunai Rp. 345.000.000,- (tiga ratus empat puluh lima juta rupiah). Pembayaran dilakukan dihadapan saksi-saksi dengan tunai.

Batas-batas tanah tersebut adalah sebagai berikut :

Sebelah barat    : Berbatasan dengan tanah Marzuki
Sebelah timur    : Berbatasan dengan tanah Abu Bakar
Sebelah utara    : Berbatasan dengan Musholla
Sebelah selatan : Berbatasan dengan tanah Abdul kadir

Bangunan terdiri dari :
Ukuran panjang dan lebar : 200 M2
Atap : Genteng
Dinding : Tembok
Lantai : Keramik marmer

Maka, sejak tanggal 13 Mei 2017 Tanah bangunan tersebut di atas telah menjadi hak milik pihak ke II. Pada waktu pelaksanaan jual beli tanah tersebut baik pihak ke I (penjual) maupun pihak ke II (pembeli) juga saksi-saksi semuanya meyatakan satu sama lain dalam keadaan sehat, baik jasmani maupun rohani, dan segala sesuatu dengan itikad baik.

Demikian surat perjanjian ini dibuat, setelah keterangan isi jual beli ini dimengerti oleh pihak ke I dan pihak ke II dan juga saksi-saksi, maka ditanda tanganilah sebagai permulaan saat pemindahan hak milik pihak ke I kepada pihak ke II.

Banda Aceh, 15 Mei 2017

Tanda tangan masing-masing

Pihak Ke I (Penjual)                                                  Pihak Ke II (Pembeli


Ali Sadikin                                                                  Muzammil


Saksi-saksi:                      Tanda Tangan

1. Marzuki                         1.
2. Abu bakar                     2.
3. Abdul Kadir                   3.

Demikianlah 2 contoh surat perjanjian jual beli tanah yang dapat admin sajikan untuk anda kali ini. Mudah-mudahan dapat menambah wawasan anda tentang contoh surat perjanjian jual beli tanah. Silahkan like dan share malalui tombol di bawah jika memang anda menyukai artikel kami ini. Dan untuk tambahan, silahkan baca juga contoh surat dinas permohonan izin. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel